You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kelurahan Yosodadi
Kelurahan Yosodadi

Kec. Metro Timur, Kab. Metro, Provinsi Lampung

Sejarah Kelurahan Yosodadi

operator 23 Juli 2026 Dibaca 6 Kali

1. Era Kolonisasi Belanda & Pembukaan Lahan (1935–1937)

  • Latar Belakang Kolonisasi:

    Pada pertengahan dekade 1930-an (sekitar tahun 1935–1936), Pemerintah Hindia Belanda menjalankan program kolonisasi (pindahan warga dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ke wilayah Lampung). Program ini bertujuan mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa sekaligus membuka lahan pertanian baru di kawasan Sekampung/Metro.

  • Lahirnya Sebutan "Bedeng 21":

    Wilayah yang baru dibuka di seputar Metro diberi penanda berupa nomor tempat penampungan/permukiman atau Bedeng, yang posisinya disesuaikan dengan alur pembangunan saluran irigasi Wai Sekampung. Wilayah yang kini menjadi Yosodadi pada masa awal penetapan lokasi mendapat julukan Bedeng 21.

  • Babat Hutan Perintis:

    Rombongan warga transmigran awal bahu-membahu membuka hutan belantara (mbalat hutan). Mereka mendirikan tempat tinggal darurat dan mencetak sawah-sawah irigasi awal yang menjadi cikal bakal permukiman.

2. Pemberian Nama "Yosodadi" (Akhir 1930-an–1950-an)

  • Filosofi Penamaan Jawa:

    Seiring makin tertatanya permukiman dan terbentuknya tatanan sosial, para tokoh masyarakat (pini sepuh) yang mayoritas beretnis Jawa sepakat memberikan nama resmi daerah untuk menggantikan sebutan nomor Bedeng 21. Nama yang dipilih adalah Yosodadi.

    • Yoso / Yasa (Bahasa Jawa): Berarti membangun, mendirikan, membuat, atau mengusahakan.

    • Dadi (Bahasa Jawa): Berarti jadi, terwujud, atau berhasil.

Makna Historis:

Nama Yosodadi secara filosofis berarti "Upaya pembangunan yang telah berhasil terwujud". Nama ini merupakan doa dan pengingat atas kerja keras para perintis yang berhasil mengubah hutan rimba menjadi kawasan pemukiman yang hidup.

  • Era Pasca-Kemerdekaan:

    Pasca-kemerdekaan Republik Indonesia, Yosodadi terus berkembang sebagai desa agraris di bawah wilayah administratif Kecamatan Metro, Kabupaten Lampung Tengah.

3. Peralihan Menjadi Kawasan Pendidikan & Perkotaan (1980–1990-an)

  • Perkembangan Kota Pelajar:

    Pada era 1980-an hingga 1990-an, wilayah Metro ditetapkan dan berkembang pesat sebagai pusat pendidikan di Provinsi Lampung.

  • Peralihan Fungsi Lahan:

    Lokasi Yosodadi yang berada di jalur strategis mengalami pergeseran cepat. Wilayah yang dulunya dominan lahan pertanian mulai dipenuhi fasilitas umum, perumahan warga, sekolah, serta institusi pendidikan perguruan tinggi. Hal ini memicu tumbuhnya sektor usaha jasa, tempat kos mahasiswa, dan UMKM di sekitar Yosodadi.

4. Perubahan Status Menjadi Kelurahan Otonom (1999–Sekarang)

  • Pemekaran Kota Otonom Metro (1999):

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1999, Kota Metro secara resmi memisahkan diri dari Kabupaten Lampung Tengah dan berdiri sebagai Kota Otonom.

  • Penetapan Kelurahan Yosodadi:

    Seiring penataan wilayah adminstratif di Kota Metro, Desa/Kampung Yosodadi ditingkatkan statusnya secara resmi menjadi Kelurahan Yosodadi yang masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Metro Timur.

Ringkasan Kronologi Sejarah

Tahun Peristiwa / Milestones
1935–1936 Pembukaan lahan hutan oleh rombongan kolonisasi Jawa (dikenal sebagai Bedeng 21).
1938-an Musyawarah tokoh masyarakat menetapkan nama resmi Yosodadi.
1950–1980 Perkembangan Yosodadi sebagai desa agraris dan permukiman di Kabupaten Lampung Tengah.
1990-an Transformasi wilayah menjadi kawasan pemukiman padat dan pusat aktivitas pendidikan.
1999 Penetapan resmi status administratif menjadi Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro.
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image